Pertanyaan :Pak, saya itu ngga suka dengan MLM. Yang masuk paling terakhir itu pasti paling kasihan dan gak bisa dapat orang baru. Nanti kalau sudah habis orangnya gimana?
Jawaban :Saya dulu pernah masuk ke MLM sih tapi ternyata money game. Masih naif banget karena dulu masih SMA dan lihat bisa make money, why not? Walau hasilnya gak bagus tapi saya belajar banyak khususnya cara presentasi yang baik. Jujur, baru tahu itu money game setelah di jelaskan orang lain yang lebih pengalaman... akhirnya itu pertama dan terakhir kali saya masuk ke bisnis jaringan dan pada saat kuliah, saya belajar internet marketing dan saya make money dari sana. Tidak pernah terpikirkan sejujurnya saya untuk terjun ke bisnis network marketing sampai saya mendengar kembali konsep network marketing dari partner saya.
Nah menjawab pertanyaan orang tersebut.. mari kita lihat proses bisnis konvensional..
Contohnya Anda punya bisnis dan bisnis Anda besar seperti pabrik. Untuk membuat produk Anda bisa di distribusikan dengan cepat, apa yang Anda lakukan?
Tentu saja Anda akan mencari dan membangun jaringan distributor. Distributor ini bisa dibuat per wilayah. Lalu dari distributor ini menyebarkan produknya kepada para agen-agen besar. Lalu para agen besar menyebarkan ke agen-agen kecil yang pada akhirnya di oper ke warung-warung yang lebih kecil lagi.
Pertanyaannya adalah.. "Gimana nasib warung-warung kecil lagi? Kan sudah tidak bisa 'rekrut' warung-warung lain lagi?"Berarti warung tersebut tidak akan survive dong? Apakah begitu kenyataannya? Tentu TIDAK. Mereka ini tetap bisa menghasilkan dengan menjual barang-barang yang ada di warung mereka.
Masalahnya cuma satu.. mereka harus STOK barang dan ini membutuhkan modal.
Bagaimana dengan ONstore? Apa bedanya dengan bisnis konvensional?Di ONstore, sebagai associates, Anda bisa langsung memiliki berbagai banyak barang untuk di jual dan di pasarkan tanpa Anda harus stok barang. Jikalau Anda ingin menjadi seperti warung kecil yang hanya menjual berbagai macam barang, tentu saja SAH. Dan Anda bisa mendapatkan penghasilan yang bahkan sangat lumayan sekali karena variasi produk Anda sangat-sangat banyak termasuk produk fisik, digital dan travel nantinya.
Nah, kalau Anda ingin naik menjadi distributor besar, tentu Anda harus mencari agen-agen besar (leaders), agen kecil dan warung-warung. Di ONstore, itulah tujuan Anda rekrutmen untuk mencari reseller yang dapat menjadi perpanjangan tangan distribusi bisnis Anda. Mereka yang dapat mendatangkan omzet untuk Anda dan bisa mendatangkan passive income.
Memang tidak bisa di pungkiri kalau Anda masuk duluan maka Anda memiliki keuntungan yang lebih besar. Itu WAJAR secara bisnis.
Contoh saja Aqua. Ketika mereka masuk ke dalam bisnis air minum kemasan, tidak ada saingannya. Tentu saja ada tantangannya sendiri dalam memperkenalkan masyarakat akan manfaatnya.
Begitu besar, brand lain juga masuk untuk mengambil ceruk pasarnya. Namun, apakah artinya brand lain tidak bisa sukses? Tidak juga. Mereka memiliki ceruk pasarnya masing-masing.
Di ONstore, karena produknya banyak... Anda bisa masuk ke berbagai ceruk market yang berbeda-beda. Mau masuk dunia elektronik, silahkan. Mau masuk dunia fashion, silahkan. Potensi Anda tidak terbatas. Itu berarti angle Anda pun untuk menawarkan ONstore juga tidak terbatas.
Anda bisa memasuki komunitas ibu-ibu. Komunitas orang yang suka jalan-jalan. Komunitas bisnis online. Komunitas fashion. Apapun itu..
So, apakah kalau bergabung terakhir di ONstore akan merugikan? Bisa jadi YA karena Anda telat mengambil momentum. Lagi-lagi wajar dalam segala jenis bisnis. Tetapi apakah Anda dipastikan tidak akan sukses? Tentu TIDAK. Itu tergantung lagi dari kreativitas Anda dan kemauan Anda untuk berjuang menjadi sukses, selayaknya bisnis pada umumnya.
Mau Gabung jadi Team Onstore? Yuk Chat ke FB aja, klik gambar saya yang sebelah kanan atas ya :)